Categories
Perikanan

Dampak Pemupukan di Kolam / Tambak

Dampak Pemupukan di Kolam / Tambak

Dampak Pemupukan di Kolam / Tambak

Pengertian Pupuk

Pupuk adalah bahan untuk meningkatkan konsentrasi nutrisi tertentu dalam kolam / kolam. Dalam hal komponennya, pupuk dapat dibagi menjadi pupuk organik dan pupuk anorganik.

Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan organik atau sisa-sisa organisme seperti tepung kapas atau kotoran ayam. Pupuk anorganik adalah pupuk yang tidak dibuat dari bahan organik, tetapi dari sintesis kimia. Pupuk jenis ini seperti NPK, TSP dan lainnya.

Dari segi bentuknya, ada pupuk cair dan granular. Pupuk cair memiliki kelebihan yaitu lebih mudah diserap karena akan segera larut sehingga dampaknya terasa lebih cepat dibandingkan dengan pupuk granular.

Pemupukan adalah pemberian atau penambahan nutrisi tertentu ke media melalui penggunaan pupuk. Pemupukan di kolam atau kolam harus dilakukan dengan mempertimbangkan suhu dan musim. Ini karena efisiensi pemupukan sangat tergantung pada lingkungan, ketersediaan cahaya, dan ketersediaan air. Pemupukan dengan pupuk cair akan lebih mudah diaplikasikan karena dapat segera digunakan. Jika pupuk yang digunakan adalah granular, pupuk harus terlebih dahulu dilarutkan. Pemupukan akan berdampak positif pada pemeliharaan ikan di kolam / tambak.

Tambak atau kolam ikan akan meningkatkan kandungan nitrogen dan fosfor untuk merangsang pertumbuhan plankton. Fitoplankton adalah pangkalan rantai makanan di tambak / tambak yang merupakan makanan alami untuk ikan. Fitoplankton akan menjadi makanan bagi hewan mikroskopis (zooplankton) dan serangga yang menjadi makanan bagi ikan kecil. Ikan kecil akhirnya menjadi makanan untuk ikan besar. Ketersediaan fitoplankton akan menjaga rantai makanan di kolam tetap terjaga sehingga pakan untuk ikan disimpan di kolam atau kolam juga tersedia.

Keberadaan fitoplankton di tambak / tambak juga akan menyebabkan kekeruhan dalam air. Ini akan menghambat penetrasi sinar matahari di dasar kolam, sehingga berguna untuk menghambat pertumbuhan tanaman air yang mengganggu. Pada tahap awal budidaya ikan, benih ikan akan membutuhkan makanan alami pada tahap awal pengembangan. Pemupukan di tambak / tambak akan menjaga makanan untuk benih ikan kecil ini tersedia sehingga memiliki dampak positif pada tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih yang dipelihara.

 

Dampak Positif dan Negatif Pemupukan Kolam / Tambak


Pemupukan, terutama dengan pupuk anorganik, juga berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga berguna untuk mencegah munculnya penyakit pada ikan. Pemupukan di tambak atau tambak yang dilakukan dengan benar cenderung meningkatkan produksi, 3-4 kali lebih banyak dibandingkan tambak / tambak yang tidak dibuahi.

Selain dampak positif ini, pemupukan juga memiliki dampak negatif jika dilakukan dengan tidak tepat, sehingga pemupukan harus dilakukan dengan benar, untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkan. Pemupukan membutuhkan biaya karena tidak efisien, pemupukan tidak boleh dilakukan. Pemupukan tidak akan efisien jika dilakukan ketika kolam keruh karena plankton membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh. Ketika kolam berawan, matahari tidak bisa menembus kolam. Pemupukan juga tidak perlu jika ikan disimpan dalam kepadatan rendah. Pemupukan pada saat itu hanya akan menambah biaya operasi.

Pemupukan membutuhkan tenaga dalam implementasinya. Oleh karena itu, perlu untuk menghindari pembuahan yang tidak efektif. Energi dapat digunakan untuk kegiatan lain yang lebih produktif. Pemupukan, misalnya, tidak diperlukan untuk membiakkan ikan lele. Lele cukup untuk menerima makanan tambahan. Kolam pemupukan juga tidak perlu dibuahi karena pupuk akan segera dihilangkan.

 

Akibat Pemupukan Kolam / Tambak

Pemupukan juga dapat menyebabkan pertumbuhan ikan liar, yang tidak diharapkan, karena sebenarnya menjadi pesaing bagi ikan budidaya. Pemupukan tidak boleh dilakukan ketika kolam atau kolam penuh dengan ikan liar. Kolam atau kolam bisa dibersihkan dari ikan liar terlebih dahulu, atau bisa diracuni. Pemupukan juga dapat menyebabkan ganggang atau ganggang mekar. Untuk alasan ini, pembuahan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kecerahan kolam atau kolam.

 

Sumber : https://anekabudidaya.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *